HARIANTIMUR.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memerintahkan pembinaan lanjutan bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) saat inspeksi mendadak.
Idah bersama Tim Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Gorontalo melaksanakan sidak di sejumlah SPPG pada Rabu (8/4/2026). Tim memeriksa empat SPPG yang beroperasi di Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan beberapa aspek yang belum sesuai standar. Temuan itu mencakup penyimpanan sampel makanan, pengelolaan makanan siap saji, serta penanganan bahan pangan.
Tim juga menemukan proses pendinginan nasi yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, tim mencatat pengolahan buah yang belum memenuhi standar teknis.
“Tadi kami temukan proses penanganan makanan yang belum sesuai standar. Ini tentu menjadi perhatian serius. Kami minta seluruh SPPG benar-benar mematuhi SOP yang telah ditetapkan,” tegas Idah.
Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah langsung meminta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo meningkatkan pembinaan kepada seluruh pengelola SPPG. Ia mengarahkan dinas terkait untuk menggelar briefing dan penyegaran kembali mengenai penerapan SOP.
Menurut Idah, kepatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap pengelola harus menerapkan seluruh ketentuan secara konsisten.
Selanjutnya, hasil sidak tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan kualitas layanan MBG di daerah.
“Beberapa SPPG sebelumnya sudah ditutup karena tidak memenuhi standar. Ini harus menjadi pelajaran. Bagi yang masih memiliki kekurangan, kami berikan kesempatan untuk melakukan perbaikan agar dapat kembali beroperasi dengan baik,” tambahnya.
Dalam sidak tersebut, tim meninjau SPPG Luhu dan SPPG Pilohayanga Barat di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Kedua fasilitas itu masing-masing melayani 894 dan 994 porsi makanan setiap hari.
Kemudian, tim melanjutkan pemantauan ke SPPG Pentadio Barat di Kecamatan Telaga Biru dan SPPG Wongkaditi Barat di Kota Gorontalo. Kedua SPPG tersebut mengelola sekitar 2.000 porsi makanan per hari.
Melalui kegiatan itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat pengawasan sekaligus memastikan seluruh SPPG menjalankan operasional sesuai standar keamanan pangan dan ketentuan Program Makan Bergizi Gratis.















