Daerah

25 Dapur MBG Terkendala Standar Operasional, Idah Syahidah Rusli Habibie Siapkan Pembinaan SPPG 

×

25 Dapur MBG Terkendala Standar Operasional, Idah Syahidah Rusli Habibie Siapkan Pembinaan SPPG 

Sebarkan artikel ini

HARIANTIMUR.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyiapkan langkah pembinaan bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah 25 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan operasional sementara.

Idah menyampaikan langkah tersebut saat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di wilayah kabupaten dan kota, Rabu (8/4/2026). Ia memimpin sidak untuk memastikan seluruh pelaksanaan program MBG memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Idah menjelaskan Badan Gizi Nasional menutup sementara 25 SPPG karena beberapa persyaratan utama belum terpenuhi. Persyaratan tersebut meliputi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang belum tersedia atau belum memenuhi ketentuan.

Baca juga :  Rapat Evaluasi APBD 2026, Gubernur Gusnar Perintahkan OPD Amankan Stok Pangan dan BBM Jelang Ramadan

“Kami sejak subuh sudah turun langsung untuk memeriksa SPPG yang belum memenuhi standar. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan beberapa yang belum sesuai,” ujar Idah.

Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah segera menginisiasi pertemuan bersama pimpinan yayasan, kepala SPPG, dan tenaga ahli gizi. Pertemuan itu akan fokus pada penguatan pemahaman standar operasional dan peningkatan kualitas pengelolaan dapur MBG.

Selain itu, Idah menilai pembinaan teknis sangat penting agar pengelola memahami seluruh ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pemahaman teori harus berjalan seiring dengan penerapan di lapangan.

Baca juga :  Manajemen Amburadul? PA Boroko Disorot Anggaran Posbakum Terendah di Sulut

“Rencana ini sudah saya laporkan kepada Bapak Gubernur dan saat ini sedang dibahas bersama Dinas Kesehatan dan BPOM. Kami akan melihat kesiapan anggaran, namun pada prinsipnya kegiatan pelatihan seperti bimbingan teknis sangat penting agar pemahaman teori dapat sejalan dengan praktik di lapangan,” jelasnya.

Idah juga menyoroti dampak penutupan sementara SPPG terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, operasional dapur MBG melibatkan tenaga kerja serta pemasok bahan pangan lokal seperti ikan, sayuran, dan komoditas lainnya.

Baca juga :  Pemprov Gorontalo Gandeng ID FOOD Percepat Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi

Karena itu, pemerintah daerah mendorong percepatan pemenuhan standar agar layanan MBG dapat kembali berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Data Satgas MBG menunjukkan jumlah SPPG yang ditutup sebelumnya mencapai 16 unit. Selanjutnya, jumlah tersebut bertambah sembilan unit sehingga total menjadi 25 SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.

Dalam kegiatan sidak tersebut, Idah turut didampingi Tim Satgas MBG yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo beserta jajaran dan Kepala Balai POM wilayah Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *