Kota Gorontalo, HARIANTIMUR.ID — Sampah di Kota Gorontalo bukan sebatas isu, tapi fakta, realitas sesungguhnya. Hanya orang-orang buta mata dan hati yang mengatakan Kota Gorontalo bebas sampah.
Warga Kota Gorontalo seolah-olah dipaksa hidup berdampingan dengan sampah. Pantauan media sore ini, Jum’at (06/03/2026), lautan sampah ada di Jalan Selayar, Kecamatan Kota Tengah dan Jalan Budi Utomo, Kecamatan Kota Selatan.
Jika sampah sudah jadi teman hidup warga Kota Gorontalo, lantas dimana kepedulian Walikota Adhan Dambea? Bantuan dari Anggota DPR RI dan pihak swasta untuk mensupport Pemerintah Kota Gorontalo ternyata tidak berguna.
Ya, tidak berguna jika dilihat hingga hari ini sampah-sampah masih berhamburan dipinggir jalan-jalan strategis. Jika Walikota serius mengatasi persoalan sampah, minimal yang harus dilakukan, pertama, Walikota turun langsung ke 50 Kelurahan yang ada di Kota Gorontalo.
Kenapa harus turun langsung? Agar publik yakin dengan niat Walikota untuk berperang melawan sampah-sampah di Kota Gorontalo sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.
Kedua, Walikota harus mengajak warganya di 50 Kelurahan agar hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya, bukan dipinggiran jalan seperti saat ini.
Ketiga, Walikota jangan malu meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi atau Kabupaten jika merasa sudah tidak mampu mengatasi masalah sampah di Kota Gorontalo.














