Scroll untuk baca artikel
HeadlineHukumMetropolis

Polri Periksa Oknum Intimidasi Band Sukatani, Kompolnas Apresiasi Langkah Tegas

×

Polri Periksa Oknum Intimidasi Band Sukatani, Kompolnas Apresiasi Langkah Tegas

Sebarkan artikel ini
Langkah Polri dalam memeriksa sejumlah oknum personelnya yang diduga mengintimidasi anggota band Sukatani akibat viralnya lagu "Bayar Bayar Bayar" mendapat apresiasi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Hariantimur.id, NASIONAL – Langkah Polri dalam memeriksa sejumlah oknum personelnya yang diduga mengintimidasi anggota band Sukatani akibat viralnya lagu “Bayar Bayar Bayar” mendapat apresiasi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Anggota Kompolnas, Choirul Anam, menyebut tindakan Polri tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.

“Melakukan pemeriksaan oleh Paminal ke divisi siber Polda Jawa Tengah ini merupakan langkah positif dan kami apresiasi. Ini cerminan dari skema perlindungan kebebasan berekspresi,” ujar Choirul dalam keterangan pers, Sabtu (22/2).

Menurutnya, lagu “Bayar Bayar Bayar” adalah ekspresi masyarakat dalam mengkritik institusi kepolisian, dan kebebasan berekspresi adalah hak yang harus dijaga dalam negara demokrasi.

“Saya kira institusi kepolisian melalui pak Kapolri jelas kok sikapnya tidak antikritik, tidak antimasukan,” tambahnya.

Ia berharap netralitas Polri dalam menerima kritik tetap terjaga agar institusi ini dapat terus berbenah sesuai harapan masyarakat.

Sebelumnya, band punk asal Purbalingga, Sukatani, menyampaikan permintaan maaf kepada Polri melalui video di akun media sosial mereka.

Band Sukatani.

Dalam video tersebut, dua personel band, Muhammad Syifa Al Lufti alias Alectroguy dan Novi Citra Indriyati alias Twister Angel, yang biasanya tampil dengan penutup wajah, membuka masker mereka saat menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul ‘Bayar Bayar Bayar’ yang liriknya bayar polisi, yang telah kami nyanyikan hingga menjadi viral. Lagu ini sebenarnya saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan,” kata Alectroguy.

Alectroguy juga menyebut bahwa lagu tersebut telah dicabut dari platform streaming Spotify dan meminta pengguna media sosial untuk menghapus konten yang menggunakan lagu tersebut.

“Dengan ini, saya mengimbau kepada semua pengguna platform media sosial yang telah memiliki lagu kami dengan judul ‘Bayar Bayar Bayar’, lirik lagu bayar polisi, agar menghapus dan menarik semua video yang menggunakan lagu kami karena apabila ada risiko di kemudian hari, sudah bukan tanggung jawab kami,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, permasalahan ini berbuntut panjang. Beredar kabar bahwa vokalis band, Twister Angel, yang berprofesi sebagai guru, telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Selain itu, mereka diduga mengalami intimidasi dari oknum kepolisian akibat lirik lagu yang kontroversial tersebut.


**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *