HARIANTIMUR.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo mempercepat pengembangan sektor peternakan melalui kerja sama strategis dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menandatangani nota kesepahaman bersama Direktur Utama Ghimoyo di Wisma Danantara Indonesia, Kamis (5/3/2026).
Pemerintah mengarahkan kerja sama tersebut pada pembangunan industri hilir ayam terintegrasi. Program ini mencakup rantai produksi hingga distribusi secara efisien.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Ramdan Pade menjelaskan posisi MoU sebagai tahap awal penguatan program. Ia menyebut langkah ini melanjutkan inisiatif hilirisasi yang sudah berjalan.
Ia juga menegaskan proyek telah memasuki tahap implementasi awal. Pemerintah memulai program melalui peletakan batu pertama zona industri ayam di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara pada Februari 2026.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan tahapan lanjutan. Para pihak akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar operasional program.
Ramdan menegaskan fungsi MoU sebagai kerangka awal kerja sama. Ia menyebut dokumen tersebut menjadi dasar penyusunan perjanjian teknis.
Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap langkah tersebut. Ia menilai Gorontalo menjadi daerah awal yang merealisasikan program hilirisasi.
Selain itu, ID FOOD menjadwalkan survei lapangan lanjutan. Tahap ini menjadi bagian dari penguatan implementasi program di daerah.
Pemerintah daerah menargetkan percepatan realisasi program. Pemerintah juga mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan industri peternakan.














