HARIANTIMUR.ID – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan sejumlah perkembangan pembangunan daerah saat melaksanakan salat Isya dan tarawih berjemaah di Masjid Darul Arqam, Kota Gorontalo, Kamis (19/2/2026).
Gubernur Gusnar memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahim dengan masyarakat. Ia juga menyampaikan beberapa kabar strategis terkait program pembangunan di Gorontalo.
“Saya dan kami semua sangat senang bisa berjemaah Tarawih di Darul Arqam, karena ini bukan sekadar silaturahim, tetapi menjadi momentum penting untuk menyampaikan kabar baik bagi masyarakat,” ujar Gusnar.
Gubernur Gusnar mengumumkan penandatanganan kontrak pembangunan embarkasi haji tahap pertama di Gorontalo. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk pembangunan awal fasilitas tersebut.
Pemerintah daerah menargetkan proyek tersebut meningkatkan pelayanan haji dan umrah di kawasan timur Indonesia. Selain itu, proyek tersebut akan memperkuat fungsi Bandar Udara Djalaluddin sebagai pusat layanan perjalanan ibadah.
“Saya memegang data statistik, jemaah umroh dari Gorontalo itu 3.000-4.000 orang tahun 2024, oleh sebab itu saya yakin bandara tidak akan sepi. Jadi namanya nanti menjadi bandara Embarkasi Haji dan umroh. Orang umroh dari Gorontalo lebih murah dan langsung ke tanah suci,” kata Gusnar.
Selain proyek embarkasi haji, pemerintah provinsi juga mendorong penguatan sektor pendidikan tinggi Islam. Pemerintah pusat saat ini memproses transformasi IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri.
Gubernur Gusnar menyampaikan proses perubahan status tersebut telah memasuki tahap akhir di Sekretariat Negara. Pemerintah berharap transformasi tersebut meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan akademik di Gorontalo.
“Insyaallah IAIN akan segera bertransformasi menjadi UIN, sehingga kualitas pendidikan keagamaan dan akademik kita semakin maju,” ucap Gusnar.
Selanjutnya, Gusnar juga mengungkap rencana program hilirisasi sektor peternakan di Gorontalo. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp1,4 triliun untuk program integrasi industri ayam.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor industri peternakan.
“Jika program ini berjalan optimal, dampaknya akan sangat signifikan bagi ekonomi dan penurunan angka kemiskinan,” kata Gusnar.
Menutup sambutannya, Gusnar mengajak masyarakat menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi pembangunan. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan dan optimisme daerah.














