Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sekdaprov Sofian Ibrahim Lepas Tradisi Koko’o di Gorontalo, Warga Semarakkan Ketuk Sahur Sambut Ramadan

×

Sekdaprov Sofian Ibrahim Lepas Tradisi Koko’o di Gorontalo, Warga Semarakkan Ketuk Sahur Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini

HARIANTIMUR.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, melepas iring-iringan tradisi Koko’o dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di depan rumah jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu dini hari (18/2/2026).

Peserta Koko’o memulai perjalanan dari titik start tersebut. Selanjutnya, peserta mengitari sejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo. Iring-iringan kemudian berakhir di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya.

Masyarakat Gorontalo mengenal Koko’o sebagai tradisi ketuk sahur. Warga membunyikan kentongan untuk membangunkan umat muslim agar bersahur. Komunitas pemuda Talumolo Lotu menginisiasi kegiatan tersebut setiap tahun.

Baca juga :  Wagub Idah Dorong PPP Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah di Muswil VI Gorontalo

Tahun ini, panitia membagi peserta ke beberapa titik kumpul. Peserta berkumpul di sekitar Tugu Saronde, depan Hotel Quality, Kantor Wali Kota, dan rumah jabatan gubernur.

Peserta berasal dari berbagai kelompok usia. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia mengikuti iring-iringan tersebut. Sebagian peserta berjalan kaki. Peserta lain mengikuti mobil kontainer atau menggunakan sepeda motor.

Sekdaprov Sofian Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Talumolo dan sekitarnya. Ia menilai tradisi Koko’o sebagai bentuk pelestarian budaya Gorontalo.

Baca juga :  Lepas Jalan Sehat HAB ke-80 Kemenag, Gubernur dan Wagub Gorontalo Ajak Warga Tingkatkan Kerukunan 

“Tradisi Koko’o ini merupakan wujud kegembiraan kita dalam menyambut satu Ramadan 1447 Hijriah, sehingga mari kita wujudkan dalam suka cita dan kegembiraan,” ujar Sofian.

Selanjutnya, Sofian mengingatkan peserta agar menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melewatkan sahur.

Selain itu, Sofian mendorong pengembangan tradisi Koko’o sebagai agenda pariwisata budaya. Ia meminta dinas terkait merancang konsep kegiatan secara lebih terstruktur.

“Ini kita harus desain ulang menjadi salah satu event yang nantinya oleh pak kadis akan dikelola menjadi bagian pariwisata dari sisi tradisi dan budaya, sehingga ini bisa menjadi salah satu sumber untuk kita jual kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Gorontalo, bahwa kita punya satu event yang menarik, event Koko’o menyambut satu Ramadan setiap tahunnya,” tutupnya.

Baca juga :  LSM Gerak Indonesia Rayakan HUT ke-IX di Parepare, Dapat Apresiasi Pemkot

Pemerintah daerah berharap tradisi Koko’o terus berkembang sebagai identitas budaya Gorontalo. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menarik minat wisatawan setiap Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *