GORONTALO, HARIANTIMUR.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat program hilirisasi industri peternakan terintegrasi dengan dukungan investasi Rp1,2 triliun dari pemerintah pusat. Program strategis tersebut menyasar empat kabupaten yang memiliki potensi pengembangan sektor peternakan.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin langkah percepatan pengembangan industri peternakan berbasis hilirisasi. Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto memberikan kepercayaan kepada Provinsi Gorontalo untuk menjalankan program strategis tersebut.
Pemerintah provinsi menyalurkan investasi Rp1,2 triliun untuk mendukung pembangunan ekosistem industri peternakan. Pemerintah kabupaten akan mengelola program tersebut secara terintegrasi sesuai potensi wilayah.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi empat daerah yang memiliki potensi pengembangan program tersebut.
“Berdasarkan hasil survei tim Ditjen peternakan 4 kabupaten berpotensi menjadi lokasi yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Boalemo,” ujarnya.
Selain itu, Gusnar menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjalankan program strategis tersebut.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah provinsi yang disertai dengan elaborasi kebijakan secara komprehensif adalah kunci kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Pemerintah pusat menilai potensi agromaritim Gorontalo sangat kuat. Potensi tersebut mendorong pemerintah pusat menyalurkan investasi besar ke daerah.
Gorontalo dikenal sebagai salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia. Kondisi tersebut mendukung pengembangan industri pakan ternak dan sektor peternakan terpadu.
Program hilirisasi tersebut akan mendorong pembangunan pabrik pakan ternak, peternakan ayam petelur, peternakan ayam broiler, serta pembangunan rumah potong unggas modern.
Selain itu, program tersebut akan memperkuat rantai pasok industri peternakan di daerah. Pemerintah berharap program ini mampu meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.














