HARIANTIMUR.ID — Pemerintah Provinsi Gorontalo menutup rangkaian tadarus Ramadan 1447 Hijriah dengan kegiatan khatam Al-Qur’an dan buka puasa bersama. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Jumat (13/3/2026).
Pemerintah mengusung tema “Ramadan Mulia, Hati Bersinar dengan Khatam Al-Qur’an”. Pemerintah menghadirkan unsur pimpinan daerah dan masyarakat dalam satu forum keagamaan.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail hadir bersama Ketua TP PKK Nani Ismail Mokodongan. Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Yaser Arafat Dama juga mengikuti kegiatan. Mantan Qoriah Internasional Sarini Abdullah memandu prosesi khatam.
Peserta berasal dari lima majelis taklim di Provinsi Gorontalo. Peserta mencakup Majelis Taklim Al-Azhar Desa Timbuolo, Majelis Taklim Nurul Ilmi Kabila, Majelis Taklim Fatimah Az-Zahra Desa Tilote, Majelis Taklim Al-Amin Desa Luhu, serta IPQOH Provinsi Gorontalo.
Pemerintah menyelenggarakan tadarus selama delapan hari sebelum khatam. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
Plt. Kepala Biro Kesra Yaser Arafat Dama menegaskan fungsi kegiatan sebagai penguat hubungan sosial.
“Beberapa hal yang perlu kami laporkan kepada Bapak Gubernur, bahwasanya pelaksanaan tadarus Al-Qur’an ini merupakan agenda rutin Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan. Selain untuk mengisi amaliah Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selanjutnya, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan keikutsertaan ibu-ibu serta bapak-bapak sekalian dalam pelaksanaan tadarus Al-Qur’an tahun ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua, bagi pemerintah dan masyarakat Provinsi Gorontalo,” kata Gusnar.
Gubernur juga menjelaskan keterbatasan peserta dalam kegiatan tersebut.
“Sebenarnya kami ingin mengundang semua majelis taklim ke Rumah Dinas ini. Namun karena keterbatasan waktu, tempat, serta jarak yang cukup jauh bagi sebagian peserta, maka panitia memilih majelis taklim yang lokasinya lebih dekat sehingga lebih mudah menjangkau ke sini dan setelah acara selesai juga bisa cepat kembali,” ujar Gusnar.
Pemerintah kemudian menyerahkan bingkisan kepada peserta tadarus. Gubernur bersama Ketua TP PKK menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan. Panitia juga membagikan bingkisan kepada seluruh peserta.
Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan buka puasa bersama. Pemerintah menjaga suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah berharap kegiatan ini menjaga nilai keagamaan dan memperkuat relasi sosial. Pemerintah juga mendorong kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah daerah selama Ramadan.














