Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

Jembatan Penghubung Paguat-Dengilo Ambruk Diterjang Banjir, Akses Warga Putus Total

×

Jembatan Penghubung Paguat-Dengilo Ambruk Diterjang Banjir, Akses Warga Putus Total

Sebarkan artikel ini
Jembatan penghubung antara Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo di Desa Soginti, Kabupaten Pohuwato, ambruk akibat derasnya banjir yang melanda wilayah tersebut, (Ist).

Hariantimur.id, GORONTALO – Jembatan penghubung antara Kecamatan Paguat dan Kecamatan Dengilo di Desa Soginti, Kabupaten Pohuwato, ambruk akibat derasnya banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin (27/1/2024).

Insiden ini menyebabkan lumpuhnya akses transportasi warga di kedua kecamatan.

Camat Paguat, Ikbal Mbuinga, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut tak mampu menahan derasnya arus banjir hingga akhirnya putus total.

Baca juga :  Operasi Keselamatan 2025 Digelar, Ini 7 Pelanggaran Akan Ditindak

“Iya, jembatan di Desa Soginti, Kecamatan Paguat terputus akibat diterjang banjir. Jembatan itu merupakan salah satu jembatan menuju ke Kecamatan Dengilo,” ujar Ikbal.

Sebagai alternatif, warga hanya bisa menggunakan jalur Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Namun, jalur ini tidak memungkinkan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat karena jaraknya yang jauh dan kondisi jalan yang sulit dilalui.

Baca juga :  "Bencana Sumatra" Membuktikan Paradigma Pembangunan Pemerintah Bukan Pembangunan Kemanusiaan !

“Saya sudah standby di lokasi. Saat ini, tidak ada akses lain kecuali melewati KAT, tapi jaraknya cukup jauh,” tambah Ikbal.

Ikbal juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pohuwato untuk mencari solusi.

Pembuatan jalan alternatif sementara masih menunggu pengadaan material dari PUPR.

Baca juga :  Wujudkan Hunian Layak, Bupati Boltara Serahkan 3 Unit Rumah di Dua Kecamatan

“Kami sudah koordinasi dengan PUPR, saat ini masih menunggu material untuk pembuatan jalan alternatif di sekitar jembatan tersebut,” jelas Ikbal.

Hingga kini, warga diimbau untuk bersabar dan berhati-hati saat melintasi jalur alternatif sementara. Pemerintah setempat terus berupaya menangani situasi agar akses warga dapat kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *