KAB. GORONTALO, HARIANTIMUR.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menindaklanjuti keluhan siswa di SMA Negeri 1 Biluhu, Kabupaten Gorontalo, Kamis (8/1/2026).
Kepala Dinas Dikbud Gorontalo, Rusli Wahjudewey Nusi, memerintahkan tim turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi persoalan Program Indonesia Pintar (PIP) dan akses transportasi siswa.
Rusli menyampaikan langkah ini sebagai respons atas arahan Gubernur Gorontalo. Ia menugaskan Kepala Bidang SMA dan pengawas sekolah untuk memeriksa fakta serta memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.
“Insyaallah perintah Bapak Gubernur akan kami tindaklanjuti besok. Kami akan turunkan tim terdiri dari Kepala Bidang SMA dan pengawas untuk mencari tahu duduk persoalan yang ada,” kata Rusli.
Rusli menjelaskan laporan menyebut seorang siswi SMA 1 Biluhu tercatat sebagai penerima PIP, namun namanya diduga diganti karena tidak hadir saat pengurusan administrasi. Ia menegaskan pihaknya harus memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
“Jadi pada intinya ada siswi SMA 1 Biluhu yang katanya namanya masuk penerima PIP tapi belakang diganti karena saat hari pengurusan tidak hadir atau tidak mengurus. Nah ini harus kita cek di lapangan apakah benar? Sebab penerima PIP itu SKnya dari pusat tidak bisa diganti sepihak oleh pihak sekolah,” katanya.
Selain itu, Rusli juga menyoroti keluhan terkait titik kumpul transportasi siswa di Desa Leboto. Ia menyatakan dinas akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan sebagai pelaksana teknis di lapangan.
“Ini juga akan kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan seperti apa sebagai pelaksana teknis di lapangan. Apakah memang desa Leboto jadi titik kumpul karena berada di tengah misalnya, atau harus menjangkau ke semua desa. Ini juga perlu dilihat lagi seperti apa di lapangan,” sambungnya.
Rusli menegaskan tim harus mengklarifikasi seluruh aduan secara langsung dan objektif. Ia meminta tim mengumpulkan fakta agar dinas dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat.
“Tadi saya pesan ke tim yang akan turun agar semua keluhan diklarifikasi dan konfirmasi langsung di lapangan. Cari kebenarannya supaya kita bisa mengambil langkah langkah perbaikan ke depan,” tutup Rusli.














