Hariantimur.id, BOLMUT – Puluhan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mengancam akan mogok kerja akibat ketidakpastian pembayaran gaji dan status kontrak mereka.
Jika aksi ini benar-benar terjadi, layanan kesehatan di rumah sakit tersebut terancam lumpuh.
Saat ini, dokter honorer telah dipastikan berhenti bekerja, sementara tenaga kesehatan lainnya masih dalam tahap pembahasan terkait rencana aksi mogok.
Berdasarkan informasi yang beredar, RSUD Bolmut memiliki lebih dari 180 tenaga honorer. Sementara itu, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sekitar 170 orang.
“Yang sudah pasti mogok baru dokter-dokter, sementara tenaga kesehatan lainnya masih berunding,” ujar salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya, Kamis (6/5/2025).
Gaji Tak Jelas, Nasib Tenaga Honorer di Ujung Tanduk
Aksi mogok ini dipicu oleh ketidakpastian pembayaran gaji untuk Januari dan Februari, serta kekhawatiran terhadap masa depan tenaga honorer setelah aturan baru yang menghapus tenaga harian lepas (THL) mulai berlaku sejak 1 Januari 2025.
“Kalau gaji katanya masih diusahakan, tapi belum ada kepastian. Sementara, kami yang terancam dirumahkan masih menunggu keputusan dari pemerintah daerah, mungkin besok atau Senin,” ungkap sumber tersebut.
Meski sebagian tenaga honorer telah menandatangani kontrak baru, mereka tetap mengeluhkan rendahnya jasa yang diterima dibandingkan beban kerja yang mereka tanggung.
Layanan RSUD Bolmut di Ambang Krisis
Keputusan final terkait aksi mogok massal ini akan ditentukan dalam waktu dekat, bergantung pada hasil komunikasi di antara tenaga honorer.
“Kalau gaji Januari-Februari tidak bisa dicairkan, kami terpaksa berpikir ulang untuk tetap bekerja. Peluangnya 50:50, karena sesuai aturan, per 1 Januari THL sudah dihapus,” tambahnya.
Jika seluruh tenaga honorer sepakat untuk mogok, operasional rumah sakit bisa lumpuh. Pasalnya, mereka adalah tenaga kerja utama yang menopang sebagian besar pelayanan kesehatan di RSUD Bolmut.
Masyarakat kini menunggu respons pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah ini sebelum dampaknya semakin luas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Tim Hariantimur.id masih berupaya mendapatkan informasi lebih lanjut.
**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.














