Scroll untuk baca artikel
DaerahHeadline

Warga Dusun Potangga Ditemukan Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Berat

×

Warga Dusun Potangga Ditemukan Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Berat

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun Potangga, Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri pada Selasa pagi (22/4/2025), (Foto Istimewa)

Hariantimur.id, GORONTALO – Warga Dusun Potangga, Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri pada Selasa pagi (22/4/2025).

Korban diketahui bernama Burhan Kaaba (47), seorang petani yang tinggal di dusun tersebut. Peristiwa tragis itu pertama kali ditemukan oleh pamannya sendiri, Andres Demolingo, saat hendak membuka pintu dapur rumah sekitar pukul 05.30 WITA.

Baca juga :  KNPI Gorontalo Desak Polda Investigasi Isu Penyerangan Polsek Popayato Barat dan Dugaan Tambang Ilegal

Andres yang baru saja bangun pagi dan saat hendak membuka pintu dapur, ia langsung melihat Burhan sudah tergantung di belakang rumah.

Mendapati kejadian itu, Andres segera memanggil anggota keluarga lainnya untuk menurunkan korban dan langsung melaporkannya kepada aparat desa serta Babinsa Koramil 1313-02/Marisa dan pihak Polsek Marisa.

Baca juga :  Diundang Tak Hadir, Walikota Kehilangan Momentum Melihat Langsung Pidato Elegan Gubernur Gusnar Ismail

Dugaan sementara, korban mengalami depresi berat setelah ditinggalkan oleh istrinya sejak lama. Hal ini diduga menjadi penyebab utama korban nekat mengakhiri hidupnya.

Jenazah rencananya akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga yang berada di Dusun Potangga, Desa Bulangita. Pihak aparat dan keluarga sudah melakukan koordinasi terkait proses pemakaman.

Baca juga :  Lapas Pohuwato Gelar Bakti Sosial untuk Anak Yatim, Rayakan HUT Kemenimipas

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi mental dan sosial di lingkungan masyarakat. Aparat setempat mengimbau warga agar saling menjaga dan memperhatikan satu sama lain untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *