Hariantimur.id, NASIONAL- Aula Abu Bakar di Komplek SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah menjadi saksi terselenggaranya seminar pelajar yang digelar oleh Ikatan Pelajar Persis dan Ikatan Pelajar Putri Persis Kabupaten Tasikmalaya.
Acara ini bertajuk “Iklim Ramah Sekolah Tanpa Bullying, Gangster, dan Free Sex” dengan tujuan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai dampak negatif dari perilaku merugikan.
Dalam kesempatan ini, IPDA Endang Kusmiran, SH., selaku Kanit PPA Polresta Tasikmalaya, mengimbau kepada seluruh pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi alat yang kuat dalam berbagi informasi dan berinteraksi, tetapi juga dapat berbahaya jika disalahgunakan.
“Media sosial adalah alat yang powerful untuk berbagi informasi dan berinteraksi, namun juga dapat menjadi sarana penyebaran perilaku negatif seperti cyberbullying. Dampak dari perilaku ini tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental individu,” ujar IPDA Endang Kusmiran.
Seminar ini dihadiri oleh anggota OSIS se-Tasik Utara, Rg-Ug Mts Persis se-Kabupaten Tasikmalaya, serta PD. IPP-IPPi se-Priangan Timur.
Para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai berbagai bentuk bullying, termasuk yang terjadi secara daring, serta dampaknya yang dapat mengganggu kesejahteraan emosional pelajar.
Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali tanda-tanda bullying dan diberikan pelatihan mengenai cara merespons secara konstruktif, baik sebagai korban maupun saksi.
Harapannya, dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya bullying dan cyberbullying, para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Seminar ini menekankan pentingnya menciptakan iklim sekolah yang lebih aman dan positif, di mana setiap individu merasa dihargai dan terlindungi dari perilaku negatif, serta dapat menjaga kesehatan mental mereka.
**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.














