Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Pekan Awal Ramadan, Siswa Belajar dari Rumah: Surat Edaran Tiga Menteri Terbit

×

Pekan Awal Ramadan, Siswa Belajar dari Rumah: Surat Edaran Tiga Menteri Terbit

Sebarkan artikel ini
Pekan Awal Ramadan, Siswa Belajar dari Rumah: Surat Edaran Tiga Menteri Terbit, (Foto Jawapos.com).

Hariantimur.id, NASIONAL – Pemerintah resmi mengeluarkan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang pembelajaran selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 M. Dalam edaran tersebut, siswa akan melaksanakan kegiatan belajar dari rumah selama pekan pertama bulan suci Ramadan, mulai 27 Februari hingga 5 Maret 2025.

SEB ini ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Baca juga :  2.300 Peserta Ramaikan Fun Run 5K UMGO 2026, Wagub Idah Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan

“Siang ini sudah terbit, sudah kami tanda tangan bertiga,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti kepada wartawan, Selasa (21/1), di kantornya di Jakarta.

Jadwal dan Rincian Pembelajaran

Berikut rincian jadwal pembelajaran selama Ramadan 1446 H:

27 Februari – 5 Maret 2025:

• Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai arahan sekolah/madrasah.

Baca juga :  Gaji ke-13 dan 14 ASN Tetap Cair, Tak Masuk Pemangkasan Anggaran

6 – 25 Maret 2025:

• Siswa kembali belajar di sekolah/madrasah dengan kegiatan tambahan untuk meningkatkan iman, takwa, dan karakter mulia.

26 – 28 Maret & 2 – 8 April 2025:

• Libur bersama Idulfitri bagi sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.

• 9 April 2025:

• Pembelajaran kembali normal di sekolah.

Baca juga :  PWNU Gorontalo Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Kendali Presiden

Materi Selama Ramadan

Untuk siswa muslim, kegiatan seperti tadarus Alquran, pesantren kilat, dan kajian keislaman dianjurkan untuk meningkatkan iman dan akhlak. Sementara siswa nonmuslim diimbau mengikuti bimbingan rohani dan kegiatan sesuai kepercayaan masing-masing.

Surat edaran ini ditujukan kepada kepala daerah, dinas pendidikan, dan kantor wilayah Kementerian Agama untuk segera dilaksanakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *