Scroll untuk baca artikel
Daerah

Mahasiswa UNG Inovasi Cookies Kelor & Ikan Lele, Dukung Posyandu Hunggaluwa Cegah Stunting

×

Mahasiswa UNG Inovasi Cookies Kelor & Ikan Lele, Dukung Posyandu Hunggaluwa Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), tim dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan memberdayakan kader posyandu Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, (Foto Istimewa).

Hariantimur.id, GORONTALO – Upaya pencegahan stunting di Gorontalo semakin diperkuat melalui langkah kreatif mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), tim dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan memberdayakan kader posyandu Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, dengan inovasi pangan lokal berupa cookies fortifikasi berbahan daun kelor dan tulang ikan lele.

Ketua Tim PKM-PM, Aqymnastiar R. Djakaria, menegaskan bahwa stunting masih menjadi masalah serius di Gorontalo karena bukan hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi berbasis pangan lokal yang terjangkau, bergizi, dan mudah diterima anak-anak. Cookies fortifikasi berbahan daun kelor dan tulang ikan lele dapat menjadi alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita di posyandu,” ungkap Aqym.

Program yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025 ini melibatkan kader posyandu sebagai mitra utama, mahasiswa jurusan Farmasi dan Kesehatan Masyarakat, serta didampingi dosen pembimbing Apt. Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si.

Rangkaian kegiatan meliputi observasi awal, pre-test dan post-test terkait pengetahuan gizi, pelatihan produksi cookies mulai dari pemilihan bahan hingga pengemasan, serta distribusi produk oleh kader posyandu Hunggaluwa.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak universitas melalui UPA PKK, pemerintah kelurahan, puskesmas, hingga para kader posyandu yang antusias mengikuti pelatihan.

“Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti di Hunggaluwa, tetapi dapat menjadi contoh praktik baik yang bisa diterapkan di posyandu-posyandu lain di Gorontalo,” tambah Aqym.

Melalui program PKM-PM, UNG kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong mahasiswa berperan aktif menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting.


**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *