Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

Kepala Desa Bintauna Pantai Dituding Halangi Tugas Jurnalis dan Ancam Wartawan

×

Kepala Desa Bintauna Pantai Dituding Halangi Tugas Jurnalis dan Ancam Wartawan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Bintauna Pantai, Warniati Aris, menuai sorotan setelah diduga menghalangi tugas jurnalis dan mengancam seorang wartawan melalui sambungan telepon pada Sabtu, (4/1/2025). (Foto Ilustrasi AI).

Hariantimur.id, BOLMUT – Kepala Desa Bintauna Pantai, Warniati Aris, menuai sorotan setelah diduga menghalangi tugas jurnalis dan mengancam seorang wartawan melalui sambungan telepon pada Sabtu, 4 Januari 2025.

Ancaman ini terkait laporan masyarakat mengenai aktivitas galian C yang berada di dekat permukiman warga. Dalam percakapan telepon, Warniati secara terang-terangan mengeluarkan ancaman serius.

“Dulu juga saya pernah dilaporkan kepada wartawan, lalu saya cari wartawan tersebut dan saya pernah hajar dia. Jadi, kalau ada yang berani menggangu usaha saya tentang galian C. Lebih baik saya bunuh orang. Silahkan saja laporkan saya, kemanapun saya siap menghadapi, dan saya tidak akan pernah mundur. Jika saya salah, saya siap menjalani hukuman,” ujar Warniati.

Tak hanya itu, ia bahkan melontarkan pernyataan yang mengejutkan terkait pembalasan.

“Tapi, jika saya tidak bersalah. Saya akan bangkitkan orang tua saya dalam kubur kalau saya tidak bunuh orang yang melaporkan saya,” tambahnya.

Sikap kepala desa yang dinilai arogan ini memicu keresahan di kalangan masyarakat Desa Bintauna Pantai.

Warga menyatakan bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap Warniati Aris, yang dianggap tidak memihak kepada kepentingan masyarakat.

Masyarakat sebelumnya telah melaporkan keberadaan galian C yang dianggap merugikan mereka kepada Camat Bintauna, Sarwo Edi Posangi.

Namun, hingga saat ini tidak ada tindakan konkret dari pihak kecamatan, sehingga menimbulkan dugaan adanya kolusi antara camat dan kepala desa.

“Kami sudah melapor ke camat, tapi tidak ada respons. Seolah-olah laporan kami tidak dianggap penting. Kami merasa resah dengan keberadaan galian ini, apalagi posisinya sangat dekat dengan pemukiman warga,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap agar Camat Bintauna segera mengambil langkah tegas sebelum situasi semakin memburuk.

Ketegangan ini menjadi perhatian serius, karena masyarakat merasa diabaikan dan tidak mendapatkan keadilan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Bintauna belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Reporter Hariantimur.id masih berusaha menghubungi camat untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.


**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *