Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

Kadis Perkimtan Bolmut Klarifikasi Video Viral di Ruang Kerjanya

×

Kadis Perkimtan Bolmut Klarifikasi Video Viral di Ruang Kerjanya

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Dinas Perkimtan) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Atri Durand, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang beredar di media sosial. (Kolase Foto Hariantimur.id).

Hariantimur.id, BOLMUT – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Dinas Perkimtan) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Atri Durand, akhirnya angkat bicara terkait video viral yang beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan seorang pria dan wanita berada di ruangannya pada malam hari, memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Video pertama kali diunggah oleh akun Facebook Budi Ponamon Masuara dan menimbulkan tuduhan perselingkuhan terhadap dua orang dalam rekaman.

Namun, Atri Durand menegaskan bahwa kedua orang dalam video itu, yang berinisial BM dan HG, adalah pasangan suami istri.

Penjelasan Kadis Perkimtan

Atri menjelaskan bahwa BM dan HG meminta izin untuk mencetak dokumen di kantornya karena printer berada di ruangan tersebut.

“Saya ingin meluruskan informasi yang beredar. Yang bersangkutan memang meminta izin kepada saya karena ada urusan pribadi. Mereka ingin mencetak dokumen, dan kebetulan printer berada di ruangan saya. Saya tidak mengetahui kejadian tersebut sampai akhirnya video itu beredar di media sosial,” ungkapnya.

Atri mengaku terkejut dengan reaksi publik dan menegaskan dirinya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Saya benar-benar kaget karena mereka adalah pasangan suami istri, bukan pasangan selingkuh seperti yang dituduhkan,” tegasnya.

“Saya memahami reaksi masyarakat yang marah. Namun, saya juga ingin menegaskan bahwa saya tidak memiliki keterlibatan dalam apa yang terjadi setelah mereka masuk ke ruangan saya. Kejadian ini murni di luar kendali saya,” sambungnya.

Namun, polemik masih berlanjut di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan akses BM dan HG ke kantor dinas di luar jam kerja.

Beberapa menuding adanya penyalahgunaan fasilitas negara dan mendesak pemerintah daerah untuk memberikan klarifikasi resmi.

“Ini bukan sekadar masalah pribadi. Ini soal penggunaan aset negara. Siapa yang memberi izin? Apakah ada regulasi yang memperbolehkan fasilitas kantor digunakan di luar jam kerja?” tulis salah satu warganet di media sosial.

Siap Mengikuti Prosedur Pemeriksaan

Menanggapi berbagai tudingan, Atri menyatakan kesiapannya mengikuti prosedur pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.

“Saya siap mengikuti prosedur yang berlaku. Saya percaya bahwa klarifikasi ini perlu disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih besar,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga saat ini, pihak pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Publik pun menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menyikapi polemik yang terus berkembang.


**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *