Scroll untuk baca artikel
Daerah

Silahtuhrahim DPD Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo | Jum’at Penutup, Di Tahun 2025

×

Silahtuhrahim DPD Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo | Jum’at Penutup, Di Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

Hariantimur.Id, Daerah –Kajian rutin yang diselenggarakan oleh pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Jum’at 06 Rajab 1447 H dilaksanakan berlokasi di Jack Kopi Panjaitan Limbau U 1 Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Antusias terlihat dari  padatnya Ikhwah yang hadir memenuhi lokasi kajian, untuk menyimak materi yang dibawakan Ustadz Dr. Yusuf Lauma, Lc., S.HI., M.HI yang mengangkat Tema:”Seberapa Keras Bunyi Petasan Disekitarmu ? Sebesar Itu Tanggung Jawab Dakwahmu“.

Tema ini sangat relevan diangkat karena jum’at ini merupakan jum’at penutup di Tahun 2025, pada umumnya kebiasaan masyarakat melakukan perayaan pergantian tahun dengan membakar petasan yang ternyata kebanyakan orang mengeluhkan terganggung dengan bunyi keras yang dihasilkan dari suara ledakan petasan tersebut.

Maka, tema ini menjadi relevan untuk diangkat dan dibahas dengan melakukan pendekatan-pendekatan dakwah.

Toleransi yang seharusnya seorang muslim dalam menyikapi perayaan Natal dan tradisi pergantian tahun, harusnya bukan kita ikut serta, tapi bagaimana cara untuk menghargai sebagai bentuk toleransi dalam keberagaman, ungkap Adlin.

Adlin sebagai peserta yang mengikuti kajian, serta merupakan mahasiswa tingkat akhir Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia menekankan  kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah sangat penting karena selain kajian rutin setiap minggunya, ada beragam program kegiatan diantaranya seperti pelatihan Dakwah dan Baca Al-Quran. Adlin menambahkan, program ini dapat membentuk kebiasaan positif untuknya sebagai mahasiswa dan sebagai generasi muda.

Antusias juga ditunjukan oleh Azrul dengan ikut berpartisipasi dalam memberikan pertanyaan, “Bagaimana cara untuk mengingatkannya ?”.

(Habits/Kebiasaan) “dengan membiasakan kebiasaan positif dalam kepribadian dapat menumbuhkan nilai kebaikan“, jawab Ustadz Yusuf.

Perayaan pergantian tahun di tahun ini tentunya tidak elok jika dirayakan dengan cara yang berlebih-lebihan, sehingga mencitrakan kesan lupa dengan duka saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan sebagian Sumatra Barat yang sampai hari ini masih kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, akibat musibah bencana Ekologis. (R.Katili)


**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *