Hariantimur.id, GORONTALO – Puluhan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa di gedung Rektorat pada Rabu (19/2).
Mereka menuntut transparansi dalam pengelolaan keuangan serta kebijakan internal kampus yang dinilai merugikan.
Dalam aksi tersebut, para dosen menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
• Keterlambatan pembayaran tunjangan bagi Ketua Jurusan (Kajur) dan Sekretaris Jurusan (Sekjur) yang belum dibayarkan selama empat bulan.
• Ketidakjelasan penggunaan dana pembangunan Masjid Kampus II.
• Pengangkatan pejabat yang dinilai belum memenuhi syarat.
• Dugaan upaya pembatalan dana Kuliah Kerja Sosial (KKS) yang telah dicairkan, meskipun tidak terkena efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Namun, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Zulkarnain Suleman, enggan menemui para dosen yang berdemo. Ia beralasan ingin menjaga marwahnya sebagai pimpinan kampus.
“Beda kalau Mahasiswa, saya pasti terima. Marwah seorang Rektor di bawahannya dan di perguruan tinggi ini saya pimpinannya, jadi mereka yang harus datang ke saya,”ujar Zulkarnain.
Menanggapi tuntutan aksi, Zulkarnain menjelaskan bahwa beberapa permasalahan keuangan terjadi akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Ia berjanji jika kondisi kembali normal, pembayaran yang tertunda akan segera dilakukan.
“Saya sangat menyesali hal ini tidak dapat dipahami oleh mereka yang melakukan aksi,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang dosen, Dikson Yasin, menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan kembali digelar.
“Jika tidak ada tindakan konkret, kami berencana akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar,” ujar Dikson.
**Nikmati berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu hanya dengan klik Channel WhatsApp Hariantimur.id.














